Surat Al-Qari'ah dibuka dengan tiga ayat yang sangat kuat dan menggugah, di mana kata "Al-Qari'ah" diulang sebanyak tiga kali.
Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).
Apakah al-Qāri‘ah itu?
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُۗ
Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?
Pola retorika yang serupa juga ditemukan dalam pembukaan Surat Al-Haqqah. Pengulangan ini bukanlah tanpa tujuan, melainkan sebuah gaya bahasa Al-Qur'an ( uslub balaghah ) yang sarat makna untuk menunjukkan betapa dahsyatnya peristiwa yang digambarkan.
Secara bahasa, kata ٱلۡقَارِعَةُ (Al-Qari'ah) berasal dari akar kata قَرَعَ (qara'a) yang berarti "mengetuk", "menggedor", atau "membenturkan sesuatu dengan keras". Dari sinilah makna istilahnya berkembang.
Para ulama tafsir, seperti yang dijelaskan dalam kitab Tafsir Al-Mawardi dan Tafsir Ibn al-Jawzi, memberikan beberapa pengertian mengapa Hari Kiamat disebut Al-Qari'ah:
Kata "qari'ah" juga digunakan dalam bahasa Arab untuk menyebut setiap bencana atau malapetaka besar yang menimpa. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Ar-Ra'd ayat 31:
Pengulangan kata "Al-Qari'ah" dan "Al-Haqqah" sebanyak tiga kali dalam format tanya-jawab memiliki tujuan retoris yang sangat mendalam.
1. Pengulangan Pertama dan Kedua: Untuk Pengagungan (التَّعْظِيمُ / التَّفْخِيمُ)
ٱلۡقَارِعَةُ (١) مَا ٱلۡقَارِعَةُ (٢)
Al-Qāri'ah. Apakah Al-Qāri'ah itu?
Pertanyaan مَا ٱلۡقَارِعَةُ (Apakah Al-Qari'ah itu?) bukanlah pertanyaan untuk mencari jawaban, melainkan sebuah istifham ta'zhim atau pertanyaan retoris yang bertujuan untuk mengagungkan dan membesarkan perkaranya . Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Mawardi dan Ibn al-Jawzi, gaya bahasa ini digunakan untuk menarik perhatian pendengar dan menegaskan betapa luar biasa dan dahsyatnya peristiwa yang sedang dibicarakan.
Ini seperti ketika seseorang berkata, "Zaid! Tahukah kamu siapa Zaid?" untuk menunjukkan betapa hebatnya sosok Zaid tersebut.
2. Pengulangan Ketiga: Menunjukkan Kedahsyatan yang Melampaui Akal (التَّهْوِيلُ)
وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡقَارِعَةُ (٣)
Dan tahukah kamu, apakah Al-Qāri'ah itu?
Frasa وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ (Dan tahukah kamu...) membawa pengagungan ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu untuk menunjukkan kengerian dan kedahsyatan (tahwil) yang hakikatnya tidak dapat dijangkau sepenuhnya oleh akal dan imajinasi manusia. Seolah-olah Allah berfirman, "Wahai Muhammad, apakah yang memberitahumu tentang hakikat Al-Qari'ah itu? Sesungguhnya perkaranya jauh lebih dahsyat dari apa yang bisa kau bayangkan."
Menariknya, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Qurtubi, setiap kali Al-Qur'an menggunakan:
Jadi, pengulangan tiga kali kata "Al-Qari'ah" adalah sebuah mahakarya sastra Al-Qur'an. Ia berfungsi untuk membangun suasana, mengagungkan perkara Hari Kiamat, sekaligus menegaskan bahwa kedahsyatannya melampaui imajinasi manusia, sebelum akhirnya Allah sendiri yang menjelaskannya pada ayat-ayat berikutnya.